Semarak MATSAMA Hari Kedua: Santri Baru Al-Ghozali Belajar, Berkompetisi, dan Mengenal Nilai Keaswajaan

Cirebon, 15 Agustus 2026 — Rangkaian Masa Ta’aruf Santri Mahasiswa (MATSAMA) Pondok Pesantren Al-Ghozali tahun ajaran 2026–2027 memasuki hari kedua dengan berbagai kegiatan yang memadukan pembelajaran, pembentukan karakter, serta kebersamaan antarsantri.

Sejak pagi hari, para santri baru mengikuti materi kepesantrenan yang disampaikan oleh KH. Agung Fadhil, M.Ag. Kegiatan ini menjadi salah satu pembekalan awal bagi santri untuk mengenal lebih dekat kehidupan pesantren, nilai-nilai yang dijunjung, serta berbagai hal yang menjadi bagian dari perjalanan mereka selama menuntut ilmu di Pondok Pesantren Al-Ghozali.

Setelah sesi materi, suasana kegiatan beralih menjadi lebih meriah. Pada siang hari, para santri mengikuti lomba dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Beberapa perlombaan yang digelar di antaranya makan kerupuk, pecah kendi, serta memasukkan air menggunakan topi kerucut.

Berbagai perlombaan tersebut tidak hanya menghadirkan keseruan dan tawa, tetapi juga menjadi ruang bagi para santri untuk membangun kekompakan, sportivitas, dan semangat kebersamaan. Para santri tampak antusias mengikuti setiap perlombaan dan memberikan dukungan kepada teman-temannya.

Selepas waktu istirahat, salat, dan makan, kegiatan kembali dilanjutkan pada sore hari dengan materi Akhlaq yang disampaikan oleh Ust. Salman Mubarok, S.Pd. Materi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian MATSAMA karena kehidupan seorang santri tidak hanya dituntut untuk memiliki wawasan keilmuan, tetapi juga akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari.

Memasuki malam hari, rangkaian MATSAMA dilanjutkan dengan materi Ke-NU-an dan Keaswajaan yang disampaikan oleh Ust. Shohibul Azka, M.Ag. Melalui sesi ini, para santri diajak untuk mengenal lebih dekat Nahdlatul Ulama serta nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi bagian dari tradisi keilmuan dan kehidupan di lingkungan pesantren.

Hari kedua MATSAMA pun menjadi gambaran bahwa proses menjadi santri tidak hanya berlangsung di ruang pembelajaran. Ada ilmu yang dipelajari, akhlak yang ditanamkan, tradisi yang dikenalkan, sekaligus kebersamaan yang dibangun melalui berbagai aktivitas.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, MATSAMA Al-Ghozali 2026–2027 diharapkan menjadi langkah awal bagi para santri baru untuk beradaptasi dengan kehidupan pesantren, membangun semangat belajar, serta tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan mampu hidup dalam kebersamaan.

MATSAMA bukan sekadar masa pengenalan, tetapi menjadi awal dari perjalanan panjang untuk belajar, bertumbuh, dan mengabdi.

Pondok Pesantren Al-Ghozali
MATSAMA Santri Mahasiswa 2026–2027

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *